Menjaga jarak pada cinta

Benar, apa yang dikatakan sahabatku. Mestinya aku tak mempercayainya sepenuh hati. Aku harus membuka mataku lebar-lebar dan melihat fakta yang sudah ada di depan mata, bahwa dia hanya main-main dan bahwa dia hanya datang saat dia kosong, layaknya bus yang singgah di halte. Ya, harusnya aku sadar. Sadar bahwa kita sudah berakhir dan tak ada harapan kembali lagi. Harusnya aku menyadari bahwa tak sepantasnya aku menunggunya, tak seharusnya aku berpikir bahwa dia yang terbaik. Tak semestinya aku tak pernah berpikir bahwa dia yang terbaik.

Benar, kata orang dahulu bahwa jodoh siapa yang tahu, dan belum tentu dia jodohku. Namun hati dan perasaan ini tetap setia padanya, meskipun semua kebohongannya tlah terungkap satu persatu. Namun hati ini terus berkata bahwa dia masih punya alasan, dia masih menyayangiku seperti dahulu.

Baru kali ini aku merasa sangat hancur, sangat rapuh dan berada di titik terendah.
Aku tak percaya fakta bahwa dia bersenang-senang dengan wanita lain dan melakukan hal yang tidak disukainya saat itu, saat aku mengenalnya. Seharusnya aku tau bahwa dia bukan yang terbaik untukku dan bukan ditakdirkan untukku. kenapa hati dan pikiranku masih bergejolak?? kenapa hati ini masih menyayangimu?? kenapaa??

Kenapa aku tak bisa membencinya?
Kenapa aku menjaga hatiku untuknya?
Kenapa bayang-bayang nya masih ada, sejauh dan sekuat apapun aku mencoba menghindari semua ini.

Aku tak tau kenapa begini. Aku tak tau kenapa jadi seperti ini. Karena semua terjadi tanpa pemberitahuan, datang dan menetap begitu saja


Comments

Popular posts from this blog

contoh pidato "usaha,doa,tawakal,dan berpikiran positif"

Contoh cerpen motivasi belajar

cerpen sahabat hijrah