Contoh Resensi Buku Fiksi: Bedebah di Ujung Tanduk-Tere Liye
judul Buku : Bedebah di Ujung Tanduk
Penulis : Tere Liye
Penerbit : PT Sabak Grip Nusantara
Percetakan : PT Gramedia, Bandung
Jumlah Halaman : 415 Halaman
Novel ini menceritakan tentang petualangan dari Thomas dan Bujang dalam bertarung melawan Roh Drukpa XX. Thomas yang dilabeli bedabah diantara bedebah dan Bujang yang dilabeli dengan Si Babi Hutan. Kisah petualangan diawali dengan pertarungan sengit antara Bujang dan Thomas di klub petarung milik Thomas. Pertarungan antara keduanya berlangsung sengit, hingga akhirnya terjadi serangan misterius pada klub petarung thomas. Bujang dan Thomas yang awalnya saling bertarung, pasca serangan itu menjadi saling melindungi satu sama lain. mereka awalnya dibantu oleh Tuan Salonga dan juga junior, yang merupakan murid dari tuan salonga.
Setelah berhasil kabur dari serangan misterius itu, Bujang pergi ke pondok pesantren milik keluarganya. Bujang menghubungi Kiko dan Yuki yang merupakan seorang ninja dan juga cucu dari mendiang Guru Bushi. Bujang meminta Kiko dan Yuki mencari tahu siapa penyerang yang barusan menyerangnya dan Thomas. Yuki dan Kiko mengetahui bahwa si penyerang merupakan dari kelompok Teratai Emas. Setelah mengetahui hal itu, Yuki dan Kiko menghubungi Nyonya Ayako dan kemudian mereka bergegas menemui nyonya Ayako. Yuki dan Kiko menemui Mr. White ke Hongkong atas permintaan dari Bujang.
Setelah bertemu dengan Nyonya Ayako dan memahami penyebab dari permasalahan serangan ituTeratai Emas. Selama perjalanan, mereka menghadapi serangan dari kelompok Teratai Emas. Beruntung Helicopter yang dikendarai nyonya ayako memiliki senjata dan beruntungnya persediaan senjata mereka cukup untuk pertahanan diri dan serangan balik. Mereka berhasil mengulur waktu dari kejaran penyerang di udara, hingga akhirnya helicopter yang mereka kendarai jatuh akibat kerusakan dari serangan yang dilakukan lawan.
Mereka mendapat kejaran dari Tukang Pukul Teratai Emas di darat. Thomas, Bujang dan Nyonya Ayako bertarung bela diri dengan tangan kosong, sementara Tuan Salonga dan Junior melindungi mereka dari jarak jauh dengan keahlian menembak yang mereka miliki. Thomas berhasil mengunci serangan dari pemimpin serangan, namun Tuan Salonga dan Junior ternyata berhasil dilumpuhkan musuh. Setelah berbincang hasil dari santraan, Nyonya Ayako meminta Thomas melepaskan pimpinan dari teratai emas.
Ternyata pemimpin Kelompok dari Taratai Emas menggunakan bubuk pelumpuh, yang membuat lawan pingsan. Mereka dibawa menuju tempat Roh Drukpa XX. Sesampainya disana, Roh Drukpa XX berkata bahwa hanya ingin menghukum penghianatan yang dilakukan oleh Thomas. Roh Drukpa XX meminta kepada penjaga kelopak utama untuk membawa JJ. Castello ke hadapannya. Dengan menggunakan jurus Tapak Surga, Roh Drukpa XX menghabisi JJ Castelo karena menjual tanah leluhur dari Teratai Emas. Setelah itu, Yuki, Kiko dan Mr. White juga dibawa menghadap Roh Drukpa XX. Saat akan menghukum Thomas, Nyonya Ayako mengajukan untuk menantang Roh Drukpa XX bertanding, Sesuai dengan perjanjian Roh Drukpa dan Guru Bushi.Jika Pertandingan seri,maka lawan berhak mendapatkan pengampunan atas kesalahan yang telah dilakukan. Pertandingan akan berlangsung selama 3 kali, dan pihak penentang berhak penentukan pertarungan jenis apa yang akan dilakukan.
Pertarungan pertama adalah pertarungan antara Roh Drukpa dengan Tuan Salonga. Tuan Salonga akan menggunakan pistol untuk menembak, sedangkan untuk Roh Drukpa akan dilakukan dengan memanah.Pertarungan berlangsung seri. Roh Drukpa XX dan Tuan Salonga berhasil menembak sasaran dengan baik.
Pertarungan kedua dilaksanakan keesokan harinya. untuk pertarungan kedua akan dilakukan oleh Nyonya Ayako dan Roh Drukpa XX. Pertandingan yang dilakukan adalah tabak-tebakan. Pertandingan juga berlangsung seri. Setelah pertarungan, rombongan Bujang, Thomas, Nyonya Ayako, Tuan Salonga, Junior, Mr. White, dan sikembar Yuki dan Kiko dipersilahkan untuk berjalan-jalan dengan pengawasan yang sudah tidak seketat di sebelumnya.
Malam harinya, ternyata Diego, Kakak tiri dari Bujang mencuri pusaka dari teratai emas yang membuat Roh Drukpa XX marah besar. Pertandingan terakhir yang harusnya dilakukan esok hari dibatalkan dan diganti dengan perburuan yang akan dilakukan oleh Roh Drukpa XX kepada Bujang dan kawan-kawan. Rules dari perburuan ini adalah Bujang dan kawan-kawan akan dilepaskan dan dipersilahkan untuk menyelamatkan diri selama 1 jam. Setelah 1 jam, Roh Drukpa akan memburu dan menghabisi mereka jika mereka gagal menyelamatkan diri sampai matahari terbit.
Tak berselang lama, mereka dapat dengan mudah ditemukan oleh rombongan teratai emas dapat menemukan mereka. Terjadilah pertarungan sengit antara Bujang, Thomas,Yuki dan Kiko melawan puluhan tukang pukul teratai emas. Kelopak penjaga dari Teratai Emas berhasil dilumpuhkan oleh Thomas dengan kekuatan si mata picak. Sebelum Thomas menghabisi Kelopak Penjaga, Roh Drukpa datang dan bertarung dengan Thomas. Thomas melepaskan gelang besi yang ada di tangan dan kakinya hingga ia dapat melesat dengan cepat. Thomas berkali-kali memukul Roh Drukpa dan Roh Drukpa tertorong 4 langkah ke belakang, hingga Roh Drukpa menaikkan level pertarungan itu dan membuat Thomas terpelanting di udara. Saat itulah Nyonya Ayako yang baru menyembuhkan kaki tuan salonga akibat terkena anak panah dari tukang pukul teratai emas maju dengan mengeluarkan pedang logam mulia gunung fuji. Pedang tersebut mengenai tangan Roh Drukpa dan membuat tangan Roh Drukpa terluka. Namun luka tersebut perlahan menutup, dengan dikendalikan oleh kekuatan yang ada di dalam tubuh Roh Drukpa. Benar mitos yang beredar, bahwa Rok Drukpa dapat mengendalikan kekuatan dari dalam dirinya untuk menyembuhkan luka dari tubuhnya. Sesaat setelah luka Roh Drukpa sembuh, mereka kembali bertarung dan Roh Drukpa berhasil memukul tangan Nyonya Ayako dan membuat pedang itu terlepas dari genggamannya. Nyonya Ayako meminta Mr.white pergi ke gunung seberang menyeberangi jembatan bersama dengan Tuan Salonga yang terluka. Begitu juga dengan junior, Bujang, Thomas, Yuki dan Kiko. Namun Bujang dan Thomas tidak bersedia untuk menuruti Nyonya Ayako untuk pergi menyeberangi jembatan. Akhirnya atas perintah dari Nyonya Ayako, Yuki dan Kiko menotok tubuh dari Bujang dan juga Thomas atas permintaan Ayako. Bujang dan Thomas seketika tidak sadarkan diri.
Seketika setelah semua berhasil melewati jembatan tali, Nyonya Ayako memutuskan jembatan tersebut dengan pedang miliknya dan terjatuh ke dasar jurang. Sementara itu, Bujang dan yang lain bersedih atas pengorbanan yang dilakukan oleh Nyonya Ayako. Tuan Salonga meminta yang lain agar segera keluar dari kawasan teratai emas agar perjuangan dari Nyonya Ayako tidak sia-sia. Mereka melewati gua-gua yang gelap, dengan Tuan Salonga berada di gendongan Mr. White. Setibanya di luar gua, mereka disusul oleh Roh Drukpa yang berhasil mengejar mereka. TIbalah saat Roh Drukpa akan menghabisi buruannya yaitu bujang dan kawan-kawannya. Namun sebelum hal itu terjadi, badan Roh Drukpa bergetar hingga membuatnya terjatuh dan muntah darah. Seketika itu, Diego Samad, kakak dari Bujang keluar dari persembunyiannya dan mengatakan bahwa ia telah memberikan racun yang mematikan pada minuman Roh Drukpa. Roh Drukpa tersungkur saat matahari sudah terbit, yang artinya adalah ia telah membebaskan Bujang dan kawan-kawannya. Sementara Diego pergi menghilang dan Roh Drukpa XX meninggal dunia.

Comments
Post a Comment